UNTRIB Kalabahi Bersama Universidade Oriental Timor Lorosa’e dan University of Cambridge Gelar Seminar Internasional

UNTRIB Kalabahi Bersama Universidade Oriental Timor Lorosa’e dan University of Cambridge Gelar Seminar Internasional
Kalabahi – Universitas Tribuana Kalabahi (UNTRIB) bersama Universidade Oriental Timor Lorosa’e dan University of Cambridge, Inggris, menyelenggarakan seminar internasional yang mempertemukan akademisi dan pemangku kepentingan untuk membahas berbagai persoalan strategis masyarakat kawasan perbatasan dan kemaritiman.
Seminar internasional tersebut mengusung tema “Connecting Seas, Food, Culture and Education Strengthening – Timor-Leste Collaboration for Sustainable Communities”. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Alor, di antaranya Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda) serta Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Alor.
Selain sivitas akademika UNTRIB, kegiatan tersebut juga menghadirkan delegasi dari Universidade Oriental Timor Lorosa’e, Timor-Leste, serta University of Cambridge, Inggris. Kehadiran para akademisi dan mitra internasional ini menjadi bagian penting dalam memperluas ruang dialog serta membangun jejaring kerja sama akademik lintas negara.
Yayasan: Seminar Internasional Akan Menjadi Agenda Tahunan
Sekretaris Yayasan Tribuana Alor, Alfons Sihite, S.Th., M.Div., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap sivitas akademika Universitas Tribuana Kalabahi yang terus mengembangkan kegiatan akademik bertaraf internasional.
Menurutnya, penyelenggaraan seminar internasional menunjukkan keseriusan UNTRIB Kalabahi bersama Yayasan Tribuana Alor dalam memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai ruang pertukaran pengetahuan dan kerja sama internasional.
“Kegiatan seminar internasional ini merupakan bentuk keseriusan Universitas Tribuana Kalabahi dan Yayasan Tribuana Alor. Ke depan, kegiatan seperti ini telah direncanakan untuk dapat diselenggarakan setiap tahun,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat menghasilkan kerja sama dan program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Universidade Oriental Timor Lorosa’e Tegaskan Komitmen Kerja Sama
Sementara itu, Direktur Kerja Sama Universidade Oriental Timor Lorosa’e, Juvenzio, menyampaikan bahwa hubungan antara Universidade Oriental Timor Lorosa’e dan Universitas Tribuana Kalabahi merupakan kemitraan yang terus dibangun dan dikembangkan.
Ia menjelaskan bahwa kedua perguruan tinggi memiliki ruang kerja sama yang luas, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kehadiran delegasi Universidade Oriental Timor Lorosa’e di UNTRIB Kalabahi juga merupakan bagian dari kunjungan balasan setelah Rektor Universitas Tribuana Kalabahi sebelumnya melakukan kunjungan ke Universidade Oriental Timor Lorosa’e.
“Kami melihat Universitas Tribuana Kalabahi sebagai mitra yang baik. Kerja sama ini akan terus kami bangun, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Rektor UNTRIB: Persoalan Perbatasan Membutuhkan Kolaborasi Internasional
Rektor Universitas Tribuana Kalabahi, Elia Maruli, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi dan mitra yang hadir, baik dari Timor-Leste maupun University of Cambridge, Inggris.
Menurut Rektor, seminar internasional tersebut bukan sekadar forum akademik, tetapi merupakan bagian dari upaya UNTRIB Kalabahi untuk membuka ruang dialog, pertukaran pengetahuan, penelitian, inovasi, serta membangun kolaborasi antara akademisi Indonesia dan komunitas internasional.
“Seminar internasional ini bukan sekadar sebuah forum akademik. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Tribuana Kalabahi untuk membuka ruang dialog, pertukaran pengetahuan, penelitian, inovasi, dan kerja sama antara akademisi Indonesia dengan komunitas internasional,” kata Elia Maruli.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah perbatasan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan lokal. Kompleksitas persoalan membutuhkan perspektif yang lebih luas dan keterlibatan berbagai pihak.
Ia menyebut sejumlah isu yang perlu mendapat perhatian bersama, mulai dari persoalan kemaritiman, perubahan iklim, ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, teknologi, tata kelola pemerintahan, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, hingga pembangunan manusia.
“Persoalan perbatasan tidak hanya dapat diselesaikan dengan pendekatan lokal. Persoalan kemaritiman, perubahan iklim, ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, teknologi, tata kelola pemerintahan, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam hingga pembangunan manusia membutuhkan perspektif yang lebih luas,” jelasnya.
Karena itu, UNTRIB Kalabahi memandang penting keterlibatan komunitas internasional dalam mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Alor dan kawasan perbatasan. Menurutnya, berbagai tantangan lokal memiliki keterkaitan dengan persoalan global sehingga membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu.
“UNTRIB Kalabahi memandang perlu melibatkan komunitas internasional untuk mendiskusikan masalah-masalah yang tidak hanya terjadi di Alor, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan persoalan internasional. Karena itu, perlu adanya kolaborasi untuk menjawab berbagai persoalan lokal,” tegasnya.
Memperkuat Posisi UNTRIB sebagai Perguruan Tinggi Berjejaring Internasional
Seminar internasional ini menjadi momentum penting bagi Universitas Tribuana Kalabahi dalam memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor-Leste.
Kolaborasi bersama Universidade Oriental Timor Lorosa’e dan University of Cambridge diharapkan dapat membuka peluang lebih luas dalam pengembangan penelitian bersama, pertukaran akademisi dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan inovasi, serta berbagai program lain yang berorientasi pada pembangunan masyarakat berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, UNTRIB Kalabahi menegaskan komitmennya untuk menjadikan kawasan perbatasan bukan sebagai ruang yang terbatas secara geografis, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi internasional demi terwujudnya masyarakat yang berkelanjutan.
Humas (Mabes)