
Persiapkan REX Lesser Sunda Seascape 2026, CoE Untrib Kalabahi Gelar Training of Trainers
Kalabahi – Untuk mempersiapkan ajang Regional Exchange (REX) Lesser Sunda Seascape (LSS), Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi melalui Center of Excellence (CoE) Alor Marine Protected Area (MPA) menggelar Training of Trainers (ToT). Kegiatan ini berlangsung pada 30 Mei 2026 di Aula Kopdit Cita Hidup, Kalabahi.ToT ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas para pelatih dan fasilitator yang akan bertugas dalam kegiatan REX. Melalui agenda ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif terkait materi pembelajaran, teknik fasilitasi, metode pelatihan partisipatif, hingga strategi pendampingan peserta.Program REX LSS di CoE Alor MPA ini terselenggara berkat kerja sama antara CoE Untrib Kalabahi dan Konservasi Indonesia, dengan dukungan program SOMACORE (Solution for Marine and Coastal Resilience in Coral Triangle). SOMACORE sendiri merupakan proyek regional hasil kerja sama GIZ dan CTI-CFF untuk mendukung implementasi Regional Plan Of Action (RPOA 2.0) CTI-CFF. Fokus utamanya adalah mendorong kerja sama tata kelola sumber daya laut antarnegara di tiga kawasan, yakni Sulu Sulawesi Seascape (SSS), Lesser Sunda Seascape (LSS), dan Bismarck Solomon Seascape (BSS). Dukungan ini memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan kawasan konservasi laut, memperluas jejaring, serta mendorong pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan di kawasan LSS.Persiapan kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif bersama sejumlah mitra strategis, yakni WWF Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor, serta Pemerintah Kabupaten Alor. Sinergi ini mencerminkan komitmen bersama untuk mewujudkan pengelolaan kawasan konservasi yang efektif.Adapun puncak acara REX akan digelar pada 2–6 Juni 2026. Acara ini akan dihadiri oleh delegasi dari Kementerian Pertanian dan Perikanan Timor-Leste, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, para local champions, akademisi, pemerhati lingkungan, masyarakat pesisir, hingga pengelola kawasan konservasi dari kedua negara. REX akan menjadi wadah berbagi praktik terbaik dalam mengelola kawasan konservasi laut, memberdayakan masyarakat pesisir, dan mengembangkan tata kelola kelautan berkelanjutan.Melalui penyelenggaraan ToT ini, Untrib Kalabahi kembali menegaskan perannya sebagai pusat keunggulan (CoE) yang fokus pada riset, pendidikan, pengembangan kapasitas, dan kolaborasi konservasi kelautan. Langkah ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat dalam mendukung visi pembangunan ekonomi biru dan ketahanan ekosistem pesisir.Ke depannya, seluruh trainer lulusan ToT ini diharapkan dapat berperan optimal selama REX berlangsung. Dengan pendampingan yang efektif, proses pembelajaran bersama antara Indonesia dan Timor-Leste diyakini mampu melahirkan kontribusi nyata bagi kelestarian kawasan konservasi laut di masa depan.
