Dua Bulan Mengabdi di Desa, Mahasiswa KKN Tematik GENTASKIN Batch II Kabupaten Alor Resmi Ditarik LLDIKTI Wilayah XV Kupang

Kalabahi – Setelah kurang lebih dua bulan melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat, mahasiswa KKN Tematik GENTASKIN Batch II Tahun 2026 di Kabupaten Alor resmi ditarik oleh LLDIKTI Wilayah XV. Kegiatan penarikan berlangsung di Aula Kantor Bupati Alor dan dihadiri Wakil Gubernur NTT, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, jajaran LLDIKTI Wilayah XV, Rektor Universitas Tribuana Kalabahi, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN.
Mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD), meliputi Desa Probur, Probur Utara, Probur Timur, Pintu Mas, dan Halerman.
Perwakilan mahasiswa KKN, Karel Klakik, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Tribuana Kalabahi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, GENTASKIN memberikan pengalaman baru karena mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan DPL, Ibrahim Pandu Sula, S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN mengikuti ketentuan LLDIKTI Wilayah XV dengan lima fokus utama, yakni penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan lokal, peningkatan layanan kesehatan dasar dan sanitasi, serta kolaborasi lintas perguruan tinggi dan wilayah.

Menurut Ibrahim, keberadaan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi memperkaya pengalaman dan wawasan dalam melaksanakan pengabdian. Namun, pelaksanaan di lapangan juga menghadapi tantangan, antara lain perbedaan data antara LLDIKTI dan pemerintah desa serta keterbatasan waktu untuk memastikan keberlanjutan program setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah XV, perguruan tinggi, DPL, dan mahasiswa atas kontribusi mereka bagi masyarakat Alor. Pemerintah Kabupaten Alor, katanya, terus berupaya menekan angka kemiskinan dan berbagai persoalan sosial sebagai bagian dari target pembangunan daerah hingga 2029.

Sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah XV Kupang Prof. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng., yang diwakili oleh Rektor Universitas Tribuana Kalabahi Elia Maruli, S.E., M.M., menyampaikan bahwa penarikan mahasiswa bukan sekadar berakhirnya masa KKN, tetapi menjadi momentum untuk melihat dampak pengabdian yang telah dilakukan.
“GENTASKIN bukan sekadar program penempatan mahasiswa di desa, tetapi gerakan kolaborasi antar perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur,” demikian pesan Kepala LLDIKTI XV.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa boleh kembali ke kampus, tetapi dampaknya harus tetap tinggal di desa. Program yang telah dirintis, pengetahuan yang dibagikan, dan kolaborasi yang dibangun diharapkan terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Si., mengapresiasi pelaksanaan KKN GENTASKIN dan menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam melihat persoalan sekaligus potensi desa. Ia meminta mahasiswa menyerahkan data dan temuan selama KKN kepada pemerintah desa sebagai bahan evaluasi dan penyusunan kebijakan pembangunan.

Asadoma juga mendorong mahasiswa untuk membangun kemampuan berpikir kritis melalui kebiasaan membaca dan memperluas wawasan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menjadi agen perdamaian di Alor serta turut menjaga lingkungan melalui semangat “Alor itu Alamnya Lestari, Orangnya Ramah.”
Penarikan ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN Tematik GENTASKIN Batch II di Kabupaten Alor, namun diharapkan menjadi awal bagi keberlanjutan berbagai program dan dampak positif yang telah dibangun bersama masyarakat.
Humas