
HUT ke-81 RI di ABAD Angkat Isu Kemiskinan dan Konservasi, Rektor UNTRIB: “Kolaborasi Jadi Kunci NTT Maju dan Sejahtera”
ALOR BARAT DAYA, ALOR — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD) tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh makna. Upacara yang dipusatkan di Pantai Ling’al, Desa Halerman, tidak sekadar menjadi seremoni kemerdekaan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama terhadap pengentasan kemiskinan serta konservasi lingkungan pesisir dan kelautan.
Dua tema tersebut digagas melalui kolaborasi Pemerintah Kecamatan ABAD, Polsek ABAD, Koramil ABAD, Puskesmas Moru, Puskesmas Probur, UPTD satuan pendidikan dasar dan menengah se-Kecamatan ABAD, penyuluh pertanian, berbagai unsur pemerintah, serta perguruan tinggi.
Universitas Tribuana Kalabahi (UNTRIB) menjadi salah satu perguruan tinggi pelaksana KKN Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch II Tahun 2026, bersama STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Kupang, dan STIKES Maranatha Kupang.
Program tersebut dilaksanakan di lima desa, yakni Desa Paelelang, Pintu Mas, Probur Utara, Probur, dan Halerman. Kegiatan juga melibatkan WWF Indonesia Cabang Alor, Kementerian Sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH), UKM MAPALA dan PFON UNTRIB, PT TOM Indonesia Cabang Alor, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cabang Alor, serta masyarakat dan pengunjung yang hadir.

Foto saat Pengibaran Mendera Merah Putih di Pantai Ling’al
Kemerdekaan dengan Aksi Nyata
Rangkaian kegiatan diisi berbagai aksi sosial dan lingkungan. Mahasiswa KKN Tematik GENTASKIN memberikan sosialisasi mengenai sanitasi dan pola hidup sehat yang diwakili salah seorang mahasiswa peserta dari Desa Paelelang.
Puskesmas Moru dan Puskesmas Probur juga memberikan penyuluhan mengenai stunting dan HIV/AIDS kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus mendukung agenda pengentasan kemiskinan.
Di sektor lingkungan, WWF Indonesia, UNTRIB, dan masyarakat Desa Halerman melakukan penanaman mangrove serta aksi bersih pantai dari sampah plastik. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir dan kelautan Kabupaten Alor.
Semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat turut ditampilkan melalui pameran dan penjualan produk kewirausahaan berbasis bahan lokal Alor yang dihasilkan masyarakat desa, mahasiswa KKN Tematik GENTASKIN, dan mahasiswa KBPM UNTRIB.
Paskibra Pelajar SMP Jadi Simbol Kebanggaan
Suasana upacara semakin mengharukan dengan keterlibatan siswa SMP di wilayah Desa Halerman sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Para pelajar menjalankan tugas dengan disiplin dan penuh tanggung jawab sehingga mendapat apresiasi dari masyarakat.
Upacara dipimpin Camat Alor Barat Daya, Yapi N. Hinglir, S.P. Dalam arahannya, Camat menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pemerintah desa, perangkat desa, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam persiapan kegiatan.
Ia berharap semangat kolaborasi tersebut terus diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Menurutnya, pemerintah desa se-Kecamatan ABAD perlu menggandeng berbagai elemen agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Alor, Buce Brikmar, yang membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Terpisah ketua DPRD berjanji akan memberikan akses jalan yang baik untuk jalur Hopter-Ling’al di tahun depan.
Rektor UNTRIB: Kolaborasi Jadi Kekuatan Bersama
Sebagai perguruan tinggi yang dipercayakan LLDIKTI Wilayah XV Kupang sebagai Koordinator KKN Tematik GENTASKIN tingkat Kabupaten Alor dari lima perguruan tinggi pelaksana, Rektor UNTRIB, Elia Maruli, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Rektor juga menyampaikan turut berdukacita atas gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang menimpa Nagekeo dan berdampak pada sejumlah wilayah NTT.
“Kita bersyukur kepada Tuhan karena di tengah suasana dukacita yang sedang dialami saudara-saudara kita akibat bencana gempa di Nagekeo dan wilayah lainnya, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Kita turut berdukacita bagi keluarga para korban dan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap siaga,” ujar Elia Maruli.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, stakeholder, dan masyarakat.
“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah adanya kolaborasi yang luar biasa antara pemerintah, perguruan tinggi, stakeholder, dan masyarakat. Inilah kekuatan kita bersama untuk menjawab persoalan kemiskinan, kesehatan, stunting, sekaligus menjaga lingkungan pesisir dan kelautan,” tegasnya.
Bagian dari Gerakan Bersama
Elia menjelaskan, KKN Tematik GENTASKIN merupakan bagian dari kolaborasi LLDIKTI Wilayah XV Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT dalam penanganan stunting dan kemiskinan. Program ini melibatkan 2.319 mahasiswa di 100 desa pada 13 kabupaten/kota se-NTT.
Ia berharap keterlibatan perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi harus hadir bersama pemerintah dan masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata. Semoga KKN Tematik GENTASKIN memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Kecamatan ABAD dan Kabupaten Alor serta berkontribusi bagi terwujudnya NTT yang maju dan sejahtera,” tutup Rektor UNTRIB.

Foto Bersama Pimpinan Kecamatan ABAD bersama Rektor UNTRIB dan Peserta KKN Tematik GENTASKIN
Peringatan HUT ke-81 RI di Pantai Ling’al pun menjadi simbol bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata untuk membangun masyarakat yang sehat, mandiri, sejahtera, sekaligus menjaga lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang. Tim Media @untrib. ac. id
