
19 Tahun UNTRIB Kalabahi. Pendiri: UNTRIB Kalabahi Di Gagas Tahun 2003 Hingga Mengantongi Ijin Operasional 1 Agustus 2007

KALABAHI – Perjalanan Universitas Tribuana (UNTRIB) Kalabahi memasuki usia ke-19 tahun. Bagi keluarga besar UNTRIB Kalabahi, bertambahnya usia bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang sebuah kampus yang sejak awal dibangun dengan cita-cita sederhana: membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi anak-anak daerah, terutama mereka yang berasal dari desa dan keluarga petani.
Semangat tersebut terasa dalam Dies Natalis XIX Universitas Tribuana Kalabahi yang dirangkaikan dengan Ibadah Syukur Pelepasan Calon Wisudawan Angkatan XVI Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Kampus UNTRIB Kalabahi, 30 Juli 2026.
Sebanyak 366 calon wisudawan akan mengikuti prosesi Wisuda Angkatan XVI pada 1 Agustus 2026. Mereka berasal dari berbagai program studi yang tersebar di lima fakultas. Acara tersebut dihadiri Rektor UNTRIB Kalabahi Elia Maruli, SE., MM., para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, Pendiri Yayasan Tribuana Alor Permenas Lama Kolly, SE., jajaran yayasan, serta orang tua calon wisudawan.
Pendiri Yayasan Tribauan Alor Permenas Lama Kolly, S.E: Ulang Tahun UNTRIB Dihitung dari Izin Operasional
Dalam sambutannya, Pendiri Yayasan Tribuana Alor, Permenas Lama Kolly, SE., kembali menegaskan sejarah berdirinya UNTRIB. Ia mengatakan, gagasan mendirikan perguruan tinggi di Alor telah dimulai sejak 2003. Setelah melalui berbagai proses, UNTRIB secara resmi memperoleh izin penyelenggaraan program studi pada 1 Agustus 2007.
Karena itu, menurut Permenas, perjalanan usia UNTRIB Kalabahi harus dilihat berdasarkan tonggak resmi tersebut. Sejak awal, UNTRIB Kalabahi juga telah dikenal sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan perbatasan NKRI, sebuah posisi strategis yang sekaligus memberikan tanggung jawab besar untuk menyiapkan sumber daya manusia di wilayah perbatasan.
“Dulu yang Bisa Kuliah Hanya Anak Orang Besar”
Ada satu bagian dari sambutan Permenas yang menjadi penegasan terhadap cita-cita awal pendirian UNTRIB. Menurutnya, kampus ini sejak awal dibangun dengan visi agar anak-anak desa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
“Dahulu anak-anak orang besar saja yang bisa kuliah. Tetapi begitu kampus ini ada, sesuai visi utama pendiri, patut kita syukuri karena sekitar 85 persen anak-anak petani bisa kuliah di kampus ini,” ungkapnya. Bagi Permenas, kondisi tersebut merupakan bukti bahwa visi pendirian UNTRIB Kalabahi mulai terwujud. Ia juga mengajak para pendeta dan seluruh masyarakat untuk terus mendoakan UNTRIB Kalabahi agar semakin berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar bagi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Permenas juga mengukuhkan Fried Yohanes Kolly, SH. sebagai Bendahara Yayasan Tribuana Alor menggantikan Drs. Yulius Donulawang yang berhalangan karena sakit.
Sementara itu, Rektor UNTRIB Kalabahi, Elia Maruli, SE., MM., mengatakan perjalanan UNTRIB hingga memasuki usia 19 tahun merupakan sebuah anugerah Tuhan. Ia menilai perkembangan UNTRIB saat ini menunjukkan bahwa kampus tersebut tidak berhenti di tempat, tetapi terus bergerak maju. Menurut Elia, kondisi UNTRIB hari ini sangat jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Karena itu, ia optimistis UNTRIB ke depan dapat menjadi kampus yang semakin kredibel dan terpercaya dalam mendidik anak-anak daerah. “UNTRIB tidak stagnan. Kita terus melangkah maju. Ke depan, kita ingin UNTRIB menjadi kampus yang kredibel dan terpercaya untuk mengurus anak-anak daerah,” ujarnya.
Di hadapan para calon wisudawan dan orang tua, Rektor Elia menyampaikan pesan yang cukup menyentuh. Menurutnya, tidak semua mahasiswa yang memulai perjalanan pendidikan dapat mencapai titik wisuda.
Rektor mengungkapkan, sekitar empat tahun lalu UNTRIB menerima 521 mahasiswa baru, namun pada tahun ini hanya 366 orang yang berhasil mencapai tahap calon wisudawan. Artinya, ada banyak mahasiswa yang tidak sampai pada tahap akhir karena berbagai alasan dan keadaan. “Tidak semua orang bisa sampai di titik yang paling dirindukan, yaitu menjadi calon wisudawan. Karena itu, kesempatan yang baik ini harus disyukuri,” pesan Elia.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada UNTRIB. Menurutnya, masih ada berbagai hal yang perlu dibenahi, dan universitas akan terus melakukan perbaikan agar pelayanan pendidikan kepada mahasiswa semakin baik. Elia pun mengajak para orang tua untuk tidak bosan mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada UNTRIB Kalabahi.