Awali Semester Baru dengan Melibatkan Tuhan, Rektor UNTRIB Ajak Mahasiswa dan Civitas Akademika Agar Berubah

KALABAHI – Mengawali aktivitas perkuliahan pada semester yang baru, Universitas Tribuana Kalabahi (UNTRIB) mengajak seluruh mahasiswa dan civitas akademika untuk menjadikan Tuhan sebagai bagian penting dalam setiap langkah kehidupan akademik. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan rohani yang diikuti mahasiswa baru bersama civitas akademika UNTRIB Kalabahi.
Dalam khotbahnya, Pdt. Mery E. Djami, S.Th menekankan tiga nilai penting yang perlu menjadi dasar dalam kehidupan setiap orang, yakni rendah hati, integritas, dan konsistensi. Menurut Pendeta Mery, rendah hati merupakan salah satu karakter penting yang diajarkan oleh Tuhan Yesus melalui Injil. Kerendahan hati bukan berarti merendahkan diri, melainkan sikap untuk menyadari keterbatasan diri, menghargai orang lain, serta bersedia terus belajar dan memperbaiki diri.
“Rendah hati merupakan karakter yang harus dimiliki setiap manusia,” demikian pesan yang ditekankan dalam khotbah tersebut. Nilai kedua yang disampaikan adalah integritas. Integritas, menurutnya, merupakan prinsip yang dipegang secara utuh dan tidak mudah digoyahkan ataupun dipengaruhi oleh siapa pun dan oleh keadaan apa pun. Sementara itu, nilai ketiga adalah konsistensi. Menurut Pendeta Mery, seseorang membutuhkan konsistensi agar mampu membangun kedisiplinan dan terus-menerus melakukan hal-hal yang diyakini baik dan benar.
Ketiga nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam kehidupan mahasiswa. Rendah hati menjadi dasar dalam membangun relasi, integritas menjadi pegangan dalam menjalankan tanggung jawab, sedangkan konsistensi menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Senada dengan pesan khotbah tersebut, Rektor Universitas Tribuana Kalabahi, Elia Maruli, S.E., M.M., dalam sambutannya mengajak seluruh mahasiswa baru untuk mengawali perjalanan akademik dengan melibatkan Tuhan. Rektor memastikan kehadiran mahasiswa baru dan menegaskan bahwa sebelum memasuki proses perkuliahan, mahasiswa perlu membangun kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kehidupan yang bertanggung jawab.
“Kita mengawali proses perkuliahan dengan melibatkan Tuhan,” menjadi salah satu pesan penting Rektor kepada mahasiswa.
Menurutnya, memasuki semester dan tahapan baru dalam kehidupan akademik merupakan momentum yang tepat bagi seluruh civitas akademika untuk berhenti sejenak dan melakukan refleksi. Refleksi tersebut diperlukan agar setiap orang dapat melihat kembali apa yang telah dilakukan sekaligus menentukan perubahan yang perlu dilakukan untuk menjadi lebih baik.
Rektor juga mengajak seluruh mahasiswa UNTRIB Kalabahi untuk mengikuti proses pendidikan dengan sungguh-sungguh. Ia menegaskan bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar terdaftar di perguruan tinggi, tetapi harus diwujudkan melalui keseriusan dalam mengikuti perkuliahan, belajar, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan dan dunia kerja.
“Mahasiswa harus benar-benar kuliah,” menjadi pesan tegas Rektor kepada mahasiswa UNTRIB Kalabahi.
Tidak hanya kepada mahasiswa, ajakan untuk berubah juga ditujukan kepada seluruh dosen dan pegawai. Rektor mendorong agar setiap dosen dan tenaga kependidikan melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tugas masing-masing dan mulai membangun perubahan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar UNTRIB Kalabahi.
Humas
