Wakil Rektor III Universitas Tribuana Kalabahi: Persoalan Kemiskinan dan Stunting Menjadi Isu Dunia, Nasional, dan Daerah; Mahasiswa Harus Mampu Menjadi Ujung Tombak Penyelesaian Masalah di Desa

Persoalan kemiskinan dan stunting merupakan tantangan besar yang tidak hanya menjadi perhatian dunia, tetapi juga menjadi agenda prioritas di tingkat nasional hingga daerah. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor III Universitas Tribuana Kalabahi saat memberikan sambutan pada acara jamuan makan malam bagi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kemendiktisaintek yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Alor.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Alor, pimpinan perguruan tinggi, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN Tematik yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Universitas Tribuana Kalabahi Zakarias A. Mautuka, ST, M.Si menegaskan bahwa kemiskinan dan stunting merupakan persoalan multidimensi yang memerlukan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kedua persoalan tersebut telah menjadi isu global yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga penyelesaiannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Persoalan stunting dan kemiskinan bukan hanya menjadi masalah daerah, tetapi telah menjadi isu dunia dan nasional. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam upaya penyelesaiannya,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Melalui program KKN Tematik Kemendiktisaintek, mahasiswa diharapkan tidak hanya melaksanakan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berbasis pada kebutuhan di lapangan.
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur yang mengikuti KKN Tematik diminta untuk menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, semangat kolaborasi, serta membangun sinergi bersama pemerintah daerah, aparat desa, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan.
“Jadilah mahasiswa yang mampu mendengar, memahami, dan bekerja bersama masyarakat. Kehadiran mahasiswa harus memberikan dampak nyata melalui edukasi, inovasi, serta pendampingan yang berkelanjutan. Inilah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan KKN Tematik Kemendiktisaintek ini diharapkan lahir berbagai inovasi dan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih inklusif, sehat, dan sejahtera.